LATEST ARTICLES


Bicara soal investasi saham, biasanya Anda juga akan sering mendengar istilah diversifikasi saham. Diversifikasi investasi saham ini merupakan sebuah strategi investasi yang penting dan perlu dilakukan oleh siapa saja yang ingin berinvestasi saham, baik itu pemula maupun yang sudah pro sekalipun. Lantas, apa yang dimaksud dengan diversifikasi investasi saham, ya?
 
Definisi Diversifikasi Investasi Saham
Secara garis besar, diversifikasi berarti “membagi” atau “menyebar”. Dan dalam dunia investasi, diversifikasi berkaitan erat dengan strategi investasi di mana seorang investor akan menyebar risiko dengan cara berinvestasi pada beberapa instrumen sekaligus.
 
Dalam diversifikasi investasi, ada perumpamaan yang paling umum digunakan, yaitu “jangan menaruh semua telur Anda dalam satu wadah atau keranjang”. Pasalnya, jika wadah tersebut jatuh atau terbanting, semua telur punya risiko tinggi pecah, kan?
 
Cara Tepat Investasi Saham di Era 4.0, Yuk Cek https://www.most.co.id/saham
 
Nah, ibaratkan bahwa semua telur tersebut adalah modal investasi Anda. Jadi, jika Anda hanya berinvestasi pada satu saham atau instrumen saja, risiko investasi Anda merugi justru jauh lebih besar dibandingkan jika Anda berinvestasi pada beberapa saham sekaligus, alias diversifikasi saham.
 
Pasalnya, apabila misal Anda punya 10 wadah telur dan hanya 1 atau 2 wadah saja yang jatuh, wadah lainnya masih dalam kondisi aman. Jadi, jika Anda menggunakan modal investasi Anda pada – misalnya – 5 saham yang berbeda dan 1 saham saja yang mengalami kerugian, investasi Anda secara mayoritas tetap aman. Bahkan, bisa jadi 4 saham lainnya justru mengalami kenaikan nilai, yang berarti Anda sedang untung.
 
Diversifikasi untuk Mengurangi Risiko Investasi
Dengan demikian, dapat Anda simpulkan pula bahwa diversifikasi investasi saham memiliki tujuan untuk meminimalisir risiko pada investasi Anda. Sebab, sebagaimana yang diilustrasikan di atas, diversifikasi investasi saham akan menjaga modal investasi Anda agar tidak 100% melorot nilainya.
 
Di samping itu, diversifikasi pun sebenarnya bisa diterapkan bukan hanya dalam investasi saham, tapi investasi di berbagai jenis instrumen secara umum. Sebagai contoh, Anda bisa alokasikan sebagian ke saham, sebagian lagi ke obligasi, dan sebagian lainnya untuk investasi di bidang properti.

bm

I am Blogger

Posting Komentar